Mengelola sistem penggajian karyawan memang membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, cara menghitung upah per hari menjadi salah satu hal penting dalam manajemen payroll perusahaan.
Selain itu, metode ini sering digunakan untuk pekerja dengan sistem gaji harian, pekerja proyek, hingga pekerja harian lepas. Dengan demikian, perusahaan dapat menghitung upah secara adil dan sesuai dengan regulasi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta aturan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.
Oleh sebab itu, artikel ini akan membahas secara lengkap rumus menghitung upah harian, contoh perhitungan, serta tips pengelolaan payroll agar lebih efisien.
Pengertian Upah Per Hari dalam Sistem Penggajian Karyawan
Pertama-tama, upah per hari adalah sistem pembayaran gaji yang dihitung berdasarkan jumlah hari kerja karyawan.
Dengan kata lain, perusahaan memberikan pembayaran sesuai dengan kehadiran atau jumlah hari kerja yang dilakukan oleh pekerja.
Selain itu, sistem ini sering digunakan dalam beberapa sektor seperti:
- konstruksi
- manufaktur
- proyek sementara
- tenaga kerja lepas
- pekerja harian
Oleh karena itu, perusahaan biasanya menerapkan perhitungan gaji harian dari gaji bulanan agar sistem pengupahan tetap konsisten.
Selanjutnya, metode ini juga berkaitan erat dengan ketentuan pengupahan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia serta standar upah minimum seperti Upah Minimum Provinsi dan Upah Minimum Kabupaten/Kota.
Dasar Hukum Cara Menghitung Upah Per Hari
Selanjutnya, sebelum memahami rumus menghitung upah harian, perusahaan perlu memahami dasar hukum sistem pengupahan di Indonesia.
Secara umum, regulasi ini diatur oleh beberapa peraturan berikut.
Regulasi Pengupahan di Indonesia
Beberapa aturan utama yang mengatur sistem pengupahan antara lain:
- Undang-Undang Cipta Kerja
- Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
- peraturan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia
Oleh karena itu, perusahaan wajib memastikan bahwa perhitungan upah harian karyawan tidak berada di bawah standar upah minimum yang berlaku.
Selain itu, aturan tersebut juga mengatur jam kerja, lembur, serta sistem pembayaran gaji.
Sistem Pengupahan yang Umum Digunakan Perusahaan
Selanjutnya, perusahaan biasanya menggunakan beberapa sistem penggajian karyawan.
Dengan demikian, sistem ini dapat di sesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
1. Sistem Upah Bulanan
Pertama, sistem ini paling sering di gunakan oleh karyawan tetap.
Karakteristiknya antara lain:
- gaji di bayarkan setiap bulan
- jumlah gaji tetap
- di gunakan dalam sistem payroll perusahaan
Selain itu, sistem ini sering di gunakan oleh perusahaan besar yang memiliki HR dan payroll terstruktur.
2. Sistem Upah Harian
Sebaliknya, sistem ini menggunakan metode cara menghitung gaji per hari.
Biasanya di gunakan untuk:
- pekerja harian lepas
- pekerja proyek
- tenaga kontrak sementara
Dengan demikian, gaji di hitung berdasarkan jumlah hari kerja.
3. Sistem Upah Borongan
Selain itu, sistem ini menggunakan pembayaran berdasarkan hasil pekerjaan.
Contohnya:
- proyek konstruksi
- pekerjaan produksi
- pekerjaan target tertentu
Rumus Cara Menghitung Upah Per Hari Karyawan
Selanjutnya, inti dari pembahasan ini adalah memahami rumus upah harian karyawan.
Secara umum, terdapat dua metode perhitungan yang sering di gunakan oleh perusahaan.
Rumus Upah Harian dari Gaji Bulanan
Biasanya, perusahaan menggunakan rumus berikut:
Gaji Bulanan ÷ Jumlah Hari Kerja
Namun demikian, jumlah hari kerja yang di gunakan dalam perhitungan biasanya berbeda.
Secara umum terdapat dua metode:
- sistem 21 hari kerja (5 hari kerja)
- sistem 25 hari kerja (6 hari kerja)
Selain itu, metode ini juga sering di gunakan dalam perhitungan gaji harian dari gaji bulanan.
Contoh Cara Menghitung Upah Per Hari Karyawan
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh perhitungan.
Contoh 1: Sistem 5 Hari Kerja
Misalnya seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp5.000.000.
Kemudian perusahaan menggunakan sistem 5 hari kerja.
Dengan demikian perhitungannya:
Rp5.000.000 ÷ 21 hari kerja
Hasilnya adalah:
Rp238.095 per hari
Oleh karena itu, jumlah tersebut merupakan upah harian karyawan.
Contoh 2: Sistem 6 Hari Kerja
Sebaliknya, jika perusahaan menggunakan sistem 6 hari kerja maka rumusnya berubah.
Contohnya:
Gaji bulanan Rp5.000.000.
Perhitungannya:
Rp5.000.000 ÷ 25 hari kerja
Hasilnya adalah:
Rp200.000 per hari
Dengan demikian, nilai ini menjadi perhitungan gaji per hari karyawan.
Cara Menghitung Upah Harian Jika Karyawan Tidak Masuk
Selanjutnya, perusahaan juga harus memahami cara menghitung potongan gaji jika karyawan tidak hadir.
Dengan demikian, sistem ini biasanya menggunakan metode potongan gaji per hari.
Contohnya:
Jika gaji bulanan Rp4.000.000 dan upah harian Rp190.000.
Kemudian karyawan tidak masuk selama 3 hari.
Maka potongan gaji:
3 × Rp190.000
Total potongan:
Rp570.000
Oleh karena itu, sistem ini sering di sebut sebagai perhitungan absensi payroll.
Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Upah Harian
Selanjutnya, beberapa faktor dapat mempengaruhi besarnya gaji harian karyawan.
Di antaranya yaitu:
- jumlah hari kerja
- jam kerja per hari
- jenis pekerjaan
- tingkat keahlian
- lokasi perusahaan
- standar Upah Minimum Provinsi
- standar Upah Minimum Kabupaten/Kota
Selain itu, industri tertentu seperti konstruksi dan manufaktur biasanya memiliki standar upah berbeda.
Cara Menghitung Upah Lembur dari Upah Harian
Selain itu, karyawan juga dapat memperoleh tambahan penghasilan melalui lembur.
Menurut aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, lembur di hitung berdasarkan upah per jam.
Langkah perhitungannya yaitu:
- Hitung upah per hari
- Hitung upah per jam
- Kalikan dengan tarif lembur
Sebagai contoh:
Upah harian Rp200.000.
Jam kerja 8 jam.
Maka:
Rp200.000 ÷ 8 = Rp25.000 per jam
Dengan demikian, lembur di hitung berdasarkan tarif lembur yang berlaku.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Perhitungan Upah Harian
Meskipun terlihat sederhana, namun banyak perusahaan masih melakukan kesalahan dalam perhitungan upah harian karyawan.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi yaitu:
- salah menghitung jumlah hari kerja
- tidak mengikuti regulasi pengupahan
- tidak memasukkan tunjangan
- salah menghitung lembur
- kesalahan dalam data absensi
Oleh sebab itu, banyak perusahaan mulai menggunakan software payroll dan HRIS.
Cara Menghitung Upah Harian Secara Otomatis dengan Software Payroll
Saat ini, teknologi HR semakin berkembang pesat.
Oleh karena itu, perusahaan mulai menggunakan sistem digital untuk menghitung payroll.
Beberapa metode yang sering di gunakan antara lain:
Menggunakan Spreadsheet
Contohnya:
- Microsoft Excel
- Google Sheets
Namun demikian, metode ini masih memiliki risiko human error.
Menggunakan Software Payroll HRIS
Sebaliknya, sistem HRIS memberikan banyak keuntungan.
Beberapa manfaatnya yaitu:
- perhitungan gaji otomatis
- integrasi absensi
- laporan payroll otomatis
- penghitungan lembur akurat
- meminimalkan kesalahan
Selain itu, sistem ini juga mendukung perhitungan gaji harian, bulanan, dan lembur secara otomatis.
Manfaat Sistem Payroll Digital untuk Perusahaan
Saat ini, perusahaan modern semakin membutuhkan sistem payroll yang efisien.
Oleh karena itu, penggunaan software HR menjadi solusi terbaik.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- proses payroll lebih cepat
- data absensi terintegrasi
- laporan keuangan lebih rapi
- perhitungan gaji lebih akurat
- efisiensi kerja tim HR
Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola gaji karyawan dan sistem pengupahan secara lebih profesional.
FAQ Cara Menghitung Upah Per Hari
1. Berapa upah harian jika gaji bulanan Rp4 juta?
Jika menggunakan sistem 21 hari kerja maka perhitungannya:
Rp4.000.000 ÷ 21 = Rp190.476 per hari.
2. Apakah pekerja harian mengikuti UMK?
Ya, karena perusahaan tetap harus mengikuti standar dari Upah Minimum Kabupaten/Kota dan Upah Minimum Provinsi.
3. Berapa jam kerja karyawan harian?
Umumnya jam kerja karyawan mengikuti aturan dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia yaitu sekitar 7–8 jam per hari.
4. Apakah upah harian bisa mendapat lembur?
Ya, karena pekerja harian tetap berhak mendapatkan upah lembur sesuai aturan ketenagakerjaan.
Penutup: Hitung Gaji Karyawan Lebih Mudah dengan Software AbsenDulu
Menghitung upah per hari karyawan, potongan absensi, hingga lembur memang membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, banyak perusahaan mulai beralih ke sistem payroll digital agar proses penggajian lebih efisien.
Kini Anda tidak perlu lagi menghitung semuanya secara manual.
Urusan gaji karyawan, payroll pakai software Absendulu.
Dengan menggunakan Absendulu HRIS Software, perusahaan bisa mendapatkan berbagai kemudahan seperti:
- perhitungan gaji otomatis
- integrasi absensi karyawan
- laporan payroll lengkap
- perhitungan lembur akurat
- sistem HR lebih efisien
Selain itu, harga software Absendulu sangat terjangkau, akurat, dan cepat.
Dengan demikian, urusan HR tidak perlu pusing lagi, karena semua proses absensi dan payroll sudah terkelola dalam satu sistem yang praktis dan profesional.


