Menghitung gaji UMR per hari sering menjadi kebutuhan penting bagi perusahaan, HRD, maupun pemilik bisnis. Terutama ketika perusahaan menggunakan sistem gaji harian, pekerja kontrak, atau perhitungan gaji prorata karyawan baru.
Selain itu, perhitungan ini juga sering digunakan ketika karyawan tidak masuk kerja, sehingga HR perlu menentukan potongan gaji berdasarkan upah minimum. Oleh karena itu, memahami cara menghitung gaji UMR per hari sangat penting agar proses payroll tetap sesuai dengan aturan pemerintah.
Di Indonesia sendiri, aturan pengupahan telah diatur dalam berbagai regulasi seperti Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, UU Cipta Kerja, serta PP No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Pengertian Gaji UMR dan Sistem Upah Minimum
Sebelum membahas rumus menghitung gaji UMR harian, terlebih dahulu penting memahami konsep dasar upah minimum regional.
Apa Itu UMR?
UMR adalah Upah Minimum Regional yang ditetapkan pemerintah sebagai standar gaji minimum pekerja di suatu wilayah.
Namun demikian, istilah UMR sebenarnya sudah di ganti dengan dua istilah baru, yaitu:
- UMP (Upah Minimum Provinsi)
- UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota)
Meskipun demikian, masyarakat dan dunia kerja masih sering menggunakan istilah UMR untuk menyebut standar upah minimum.
Selain itu, penetapan upah minimum di lakukan oleh Gubernur dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan serta data ekonomi seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sistem Penggajian Berdasarkan UMR di Perusahaan
Pada praktiknya, perusahaan di Indonesia menggunakan beberapa sistem pembayaran gaji yang berbeda.
Sistem Gaji Bulanan
Pertama, sebagian besar perusahaan menggunakan sistem gaji bulanan.
Artinya, perusahaan membayar gaji karyawan satu kali setiap bulan, sehingga nominal UMR yang ditetapkan pemerintah biasanya berbentuk gaji bulanan.
Contohnya:
- UMR Bekasi : sekitar Rp5.300.000 per bulan (Tahun 2026)
- UMR Jakarta : sekitar Rp5.067.381 per bulan (Tahun 2026)
Namun demikian, dalam beberapa kondisi tertentu, HR perlu mengubah nilai tersebut menjadi gaji harian.
Sistem Gaji Harian
Selain itu, beberapa jenis pekerjaan menggunakan sistem upah harian.
Biasanya sistem ini digunakan untuk:
- pekerja harian lepas
- karyawan proyek
- tenaga kontrak jangka pendek
- pekerja freelance
Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui cara menghitung gaji UMR per hari dari gaji bulanan.
Baca Juga: Berapa Gaji yang Kena Pajak PPh 21? Simak Hitungannya
Dasar Perhitungan Gaji UMR Per Hari
Sebelum menghitung gaji harian dari UMR, terlebih dahulu perusahaan harus memahami jumlah hari kerja dalam satu bulan.
Hal ini penting karena sistem kerja di Indonesia terdiri dari dua model utama.
Sistem Kerja 6 Hari
Pertama, beberapa perusahaan masih menggunakan sistem kerja 6 hari dalam seminggu.
Biasanya jadwal kerja adalah:
- Senin sampai Sabtu bekerja
- Minggu libur
Dengan demikian, jumlah rata-rata hari kerja dalam satu bulan adalah sekitar 25 hari kerja.
Selain itu, berdasarkan aturan ketenagakerjaan, jam kerja dalam sistem ini adalah:
- 7 jam per hari
- 40 jam per minggu
Sistem Kerja 5 Hari
Sebaliknya, banyak perusahaan modern menggunakan sistem kerja 5 hari.
Biasanya jadwal kerja adalah:
- Senin sampai Jumat bekerja
- Sabtu dan Minggu libur
Oleh karena itu, rata-rata hari kerja dalam satu bulan adalah sekitar 21 hari kerja.
Selain itu, jam kerja dalam sistem ini adalah:
- 8 jam per hari
- 40 jam per minggu
Rumus Cara Menghitung Gaji UMR Per Hari
Setelah memahami jumlah hari kerja, selanjutnya kita bisa menggunakan rumus sederhana untuk menghitung upah harian dari UMR bulanan.
Rumus Gaji UMR Harian
Secara umum, rumusnya adalah:
Gaji Harian = Gaji UMR Bulanan ÷ Jumlah Hari Kerja
Namun demikian, jumlah hari kerja berbeda tergantung sistem kerja perusahaan.
Rumus Gaji Harian Sistem 6 Hari Kerja
Jika perusahaan menggunakan 6 hari kerja, maka rumusnya adalah:
Gaji Harian = UMR ÷ 25
Contoh perhitungan:
Jika UMR perusahaan adalah Rp5.000.000, maka perhitungannya adalah:
Rp5.000.000 ÷ 25 = Rp200.000 per hari
Dengan demikian, upah minimum harian karyawan adalah Rp200.000.
Rumus Gaji Harian Sistem 5 Hari Kerja
Sebaliknya, jika perusahaan menggunakan 5 hari kerja, maka rumusnya menjadi:
Gaji Harian = UMR ÷ 21
Contoh perhitungan:
Jika UMR perusahaan adalah Rp5.000.000, maka hasilnya adalah:
Rp5.000.000 ÷ 21 = Rp238.095 per hari
Dengan demikian, nilai gaji harian akan lebih besar karena jumlah hari kerja lebih sedikit.
Contoh Perhitungan Gaji UMR Per Hari
Agar lebih mudah di pahami, berikut beberapa contoh perhitungan nyata menggunakan data UMR.
Contoh UMR Jakarta
Misalnya UMR DKI Jakarta sebesar Rp5.067.381.
Jika perusahaan menggunakan sistem 6 hari kerja, maka perhitungannya:
Rp5.067.381 ÷ 25 = Rp202.695 per hari
Namun jika menggunakan 5 hari kerja, maka hasilnya:
Rp5.067.381 ÷ 21 = Rp241.304 per hari
Dengan demikian, nilai gaji harian akan berbeda tergantung sistem kerja perusahaan.
Contoh UMR Karawang
Sebagai contoh lain, misalnya UMR Karawang sekitar Rp5.257.834.
Jika perusahaan menggunakan sistem 6 hari kerja, maka hasilnya:
Rp5.257.834 ÷ 25 = Rp210.313 per hari
Namun jika menggunakan 5 hari kerja, maka hasilnya:
Rp5.257.834 ÷ 21 = Rp250.373 per hari
Oleh karena itu, HR harus memastikan sistem kerja sebelum menghitung gaji harian.
Cara Menghitung Potongan Gaji Berdasarkan UMR Harian
Selain digunakan untuk menentukan gaji, perhitungan UMR harian juga sering digunakan untuk menghitung potongan gaji karyawan.
Misalnya ketika karyawan tidak masuk kerja tanpa keterangan.
Rumus Potongan Gaji
Potongan Gaji = Gaji Harian × Jumlah Hari Tidak Masuk
Contoh:
- Gaji harian = Rp200.000
- Tidak masuk kerja = 3 hari
Maka potongan gaji adalah:
3 × Rp200.000 = Rp600.000
Dengan demikian, gaji karyawan akan di potong sesuai jumlah hari tidak masuk kerja.
Cara Menghitung Gaji Karyawan Baru (Prorata)
Selain itu, perusahaan juga sering menggunakan perhitungan gaji prorata untuk karyawan yang mulai bekerja di tengah bulan.
Rumus Gaji Prorata
Gaji = Gaji Harian × Jumlah Hari Kerja
Contoh:
- Gaji harian = Rp200.000
- Masuk kerja = 10 hari
Maka gaji yang diterima:
10 × Rp200.000 = Rp2.000.000
Dengan demikian, gaji karyawan tetap di hitung secara adil sesuai jumlah hari kerja.
Komponen Gaji Selain UMR
Perlu di ketahui bahwa UMR hanya mencakup gaji pokok dan tunjangan tetap.
Namun dalam praktiknya, perusahaan sering menambahkan beberapa komponen lain.
Beberapa komponen tersebut antara lain:
- gaji pokok
- tunjangan jabatan
- tunjangan keluarga
- tunjangan transport
- uang makan
- lembur karyawan
- bonus dan insentif
Oleh karena itu, total gaji yang di terima karyawan biasanya lebih besar dari nilai UMR.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Menghitung Gaji UMR
Meskipun rumusnya sederhana, namun banyak perusahaan masih melakukan kesalahan dalam menghitung gaji UMR per hari.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- menggunakan pembagian 30 hari
- tidak memperhatikan sistem kerja perusahaan
- tidak mengikuti peraturan pengupahan terbaru
- salah menghitung absensi karyawan
Oleh karena itu, perusahaan disarankan menggunakan software payroll atau HRIS agar perhitungan gaji lebih akurat.
Tools Modern untuk Menghitung Gaji dan Payroll
Saat ini banyak perusahaan menggunakan software HR dan payroll untuk mengelola penggajian.
Beberapa manfaat penggunaan software payroll antara lain:
- menghitung gaji otomatis
- menghitung potongan absensi
- menghitung lembur karyawan
- menghitung pajak PPh 21
- mengelola data karyawan
Dengan demikian, proses penggajian menjadi jauh lebih cepat dan minim kesalahan.
FAQ Cara Menghitung Gaji UMR Per Hari
1. Apakah UMR dihitung per hari atau per bulan?
UMR sebenarnya di tetapkan dalam bentuk gaji bulanan, namun perusahaan dapat mengubahnya menjadi gaji harian menggunakan rumus pembagian hari kerja.
2. Berapa hari kerja dalam perhitungan gaji?
Biasanya menggunakan:
- 25 hari kerja untuk sistem 6 hari
- 21 hari kerja untuk sistem 5 hari
3. Apakah gaji harian bisa lebih tinggi dari UMR?
Bisa. Hal ini karena beberapa perusahaan memberikan tunjangan tambahan, lembur, dan insentif karyawan.
4. Apakah perusahaan wajib mengikuti UMR?
Ya. Berdasarkan aturan ketenagakerjaan, perusahaan tidak boleh memberikan gaji di bawah UMR.
Penutup: Solusi Mudah Menghitung Gaji Karyawan
Menghitung gaji UMR per hari, potongan absensi, lembur, hingga pajak karyawan memang membutuhkan ketelitian tinggi. Oleh karena itu, banyak perusahaan kini beralih menggunakan software HR dan payroll agar proses penggajian lebih efisien.
Jika perusahaan Anda ingin proses payroll yang cepat, akurat, dan otomatis, maka solusi terbaik adalah menggunakan software Absendulu.
Dengan Absendulu, Anda bisa:
- menghitung gaji karyawan otomatis
- mengelola absensi digital
- menghitung lembur dan potongan gaji
- memproses payroll lebih cepat
Jadi, urusan gaji karyawan dan payroll pakai software Absendulu. Harganya terjangkau, akurat, dan cepat, sehingga urusan HR tidak perlu pusing lagi.

